Jangan salahkan aku minta cerai
Bab 1 Selingkuh

Pernikahan Elsa dan Thomas membuat banyak wanita iri. Di mata semua orang, Thomas adalah suami yang setia dan mampan dengan pekerjaan yang membanggakan di pemerintahan. Keseharian dan kebaikan Thomas di lingkungan terkenal baik oleh masyarakat sekitar, sedangkan Elsa adalah pribadi yang tertutup. Hal ini membuat penghuni di lingkungan tersebut menganggap Elsa terlalu sombong dan wanita yang tamak. Ibu mertua yang tidak merestui pernikahan Thomas dengan Elsa. Ia berulang kali menciptakan gosip dan rumor tidak baik di sekitar lingkungan untuk membuat warga membenci Elsa. Elsa yang seharian di rumah tidak tahu apa yang di lakukan oleh ibu mertua dan Thomas di luar sana. Karena pekerjaan dirinya kebanyakan adalah menciptakan resep masakan baru. Tanpa terasa pernikahan Elsa dan Thomas memasuki usia ke tujuh. Elsa merasa sikap Thomas semakin lama mulai berubah dan tidak seperti dulu lagi. Tepatnya perubahan sikap Thomas pada tahun ke empat secara perlahan-lahan. Berulang kali Elsa bertanya mengapa sikap Thomas berubah. Thomas hanya menjawab ia capek dengan tanggung jawab yang semakin berat di pekerjaan perpajakan. Elsa tahu suaminya sekarang sudah menjabat ketua perpajakan dan pekerjaan semakin bertambah berat dari hari ke hari. Jadi menganggap perubahan sikap Thomas adalah sikap biasa karena faktor kerjaan yang semakin menumpuk karena jabatan semakin tinggi. Hingga suatu hari Fia tidak sengaja memperkoki Thomas dengan seorang wanita yang punya anak. Awalnya Fia hanya menjaga perasaan Elsa untuk tidak membocon apa yang di lakukan oleh Thomas di luar sana. Tapi lama kelamaan Fia sudah tidak tahan melihat Elsa sering mendapatkan kekerasan rumah tangga dari Thomas. Tanpa sengaja Fia menceritakan semuanya kepada Elsa atas apa yang ia lihat selama ini. Elsa yang mendengar cerita Fia. Ia hanya menganggap sebagai angin lalu dan menuduh Fia iri pada kehidupan rumah tangga yang ia bina bersama dengan Thomas selama ini. Lelah berdebat dengan Elsa yang cinta buta kepada Thomas. Fia memilih untuk tidak ikut campur hubungan rumah tangga Elsa dan Thomas lagi. Thomas yang sadar Fia mengetahui semua rahasia dirinya di luar, ia berapa kali mendatangi tempat kerja Fia dengan mengeluarkan ancaman. Jika berani menceritakan kepada Elsa. Menangkapi ancaman dari Thomas yang emosional, Fia tertawa mengejek. Ia bukan wanita lemah yang bisa di ancam oleh Thomas atau pria lain. "Aku yakin Elsa tidak akan percaya dengan apa yang kamu katakan tentang aku di luar sana," Thomas memperlihatkan wajah bangganya kepada Fia. Fia hanya menatapi Thomas dengan tatapan menjijikkan. Kemudian pergi dengan sikap elegan dan anggun. "Semoga wanita bodoh itu melihat sendiri perselingkuhan suaminya," batin Elsa yang masih ada rasa kasihan kepada Elsa. *** Berapa bulan kemudian. Hari yang cerah, tapi tidak secerah hati Elsa yang berdiri dengan tubuh kaku. Ia menatapi suaminya dengan seorang wanita yang di perkirakan lebih muda berapa tahun. "Siapa wanita itu," batin Elsa yang bertanya-tanya dengan amarah menyesakkan dada. Tapi ia berusaha untuk tetap tenang demi menemukan sebuah jawaban tentang siapa wanita yang kini bersama dengan suaminya. Ketika Elsa sadar dari lamunannya, ia melihat wanita itu bersama dengan suaminya masuk ke dalam tempat makan junk food brand Amerika. Walau kenyataan akan sangat menyakitkan untuk di terima. Elsa tetap membulatkan tekadnya untuk mencari tahu kebenaran tersebut. "Tenang.... Tenang," berulang-ulang kali Elsa menenangkan dirinya. Di saat sesak di dalam dada semakin menjadi-jadi. Setelah merasakan cukup tenang. Elsa menepuk kedua pipinya dengan telapak tangan. Kemudian ia memilih membulatkan tekatnya untuk masuk ke dalam tempat yang menjual makan siap saji dengan tujuan mencari tahu hubungan suaminya dengan wanita itu. Untuk mengelabuhi pelayan, Elsa sengaja memesan secangkir kopi panas dan satu piring roti bakar. Ia duduk tidak jauh dari tempat suaminya berada agar memudahkan dirinya untuk mendengarkan pembicaraan keduanya. "Ini pasti salah paham," berulang kali Elsa menyakinkan hatinya, bahwa apa yang ia lihat barusan adalah mimpi atau pikiran negative di dalam benaknya. Tapi kenyataan seakan berkata lain. Mata Elsa tertuju pada sebuah titik, tepat di atas pangkuan suaminya. Ada seorang putri yang cantik dengan rambut di kepang dua. Putri kecil itu berdiri di atas pangkuan dan bersikap manja kepada pria tersebut. Hati Elsa semakin teriris-iris pisau tajam, ketika putri kecil itu memanggil suaminya dengan sebutan kata ayah. "Ayah?" ucap putri kecil itu berulang kali untuk memanggil pria yang tersenyum manis sejak tadi. Hati Elsa terhantam batu besar, Ia sulit untuk bernafas. Ketika mendengar kata yang di ucapkan oleh putri kecil itu untuk kesekian kali. "Ini tidak mungkin," batin Elsa yang masih berusaha menyangkal dengan telapak tangan menutup bibirnya yang hampir mengeluarkan suara makian. "Ayah sayang padamu," balas pria itu kepada putri kecil yang sejak tadi bermanja-manja di atas pangkuannya. Perkataan pria itu telah berhasil menghancurkan hati Elsa yang selama ini berbunga-bunga dan mengira kehidupan rumah tangganya aman dari tangan pelakor. Ternyata ia salah besar. Pelakor itu sudah berhasil menaklukkan suaminya dan juga memberikan seorang anak. Anak yang tidak mampu ia berikan kepada suaminya selama tujuh tahun ini. "Tidak mungkin," ujar Elsa dengan suara pelan dan tubuhnya semakin menggigil bukan karena dingin AC di dalam ruangan. Tapi ia syock berat akan kenyataan di depan matanya. Setetes air mata jatuh dari mata Elsa yang berwarna coklat, tubuhnya semakin dingin. Seolah semua darah di tubuhnya sudah membeku karena musim dingin di kutub utara. Wanita itu yang sejak tadi mengupas ayam, Kini melirik kepada kedua orang di hadapannya. "Suamiku, Ayo di makan. Jangan hanya terfokus kepada putri kita," seru wanita berambut panjang bergelombang dengan pernampilan rapi dan terlihat dari keluarga berada. "Suapin," balas pria itu dengan nada manja. Wanita itu tertawa terkekeh bentar. Ia kemudian mengambil daging ayam yang sudah di kupas untuk di suapkan ke mulut pria yang kini menjadi suaminya. Deg Deg Deg Deg Jantung Elsa berbunyi semakin kencang, Saat Elsa menatapi wanita itu menyuapi suaminya makan dengan telanten. Termasuk menyuapi putri kecil itu. Sesak, itulah yang di rasakan oleh Elsa. Bahkan untuk bernafas saja, Elsa merasa kesulitan. "Tidak... Ini tidak mungkin," seru Elsa di dalam hati dengan sebelah tangan menyentuh dadanya yang sakit beribu-ribu lipat dari tadi. "Terima kasih sayang sudah suapi aku makan," lanjut Thomas dengan perkataannya yang semakin membuat hati Elsa perih bukan main. "Tidak mungkin, Aku pasti salah mendengar apa yang di ucapkan oleh Thomas barusan. Aku pasti salah dengar," Elsa semakin menyangkal kenyataan di depan mata.

Bab 2 Kenyataan pahit

"Suami aku," goda wanita itu kepada pria di hadapannya. Jantung Elsa berdetak semakin kencang, bibirnya ingin berteriak dan memaki-maki suaminya dan pelakor itu. Tapi tubuhnya tidak bekerja sama dengan hatinya. Elsa masih duduk membatu dengan tubuh gemetaran. Kedua matanya masih menyaksikan keluarga kecil itu tertawa bahagia tanpa dosa di atas penderitanya. "Seharusnya aku yang di sana," batin Elsa menjerit pilu akan kemarahan dan kecemburuan yang ia lihat dengan kedua mata sendiri. Terlebih lagi suaminya sendiri yang menghianati pernikahan yang mereka bina selama tujuh tahun ini. Sesak dan sakit di dada semakin menghantam tubuh Elsa berkali-kali lipat dari sebelumnya. Ketika melihat putri kecil itu memanggil suaminya dengan sebutan ayah untuk kesekian kalinya, Lalu menghadiahkan sebuah kecupan di pipi pria berjambang tipis itu. Pria itu tidak mengetahui istri sahnya sedang menatapi dari arah samping di balik kaca untuk orang smoking. Ia memperlihatkan wajah bahagia kepada anak haramnya bersama selingkuhan. Bahkan ketiganya berfoto bersama di bantu oleh seorang pelayan wanita yang kebetulan lewat. Elsa memegang gelas berisi kopi panas dengan kedua telapak tangan. Panas dari gelas tidak di rasakan lagi oleh Elsa. Bahkan telapak tangan terlihat melepuh, juga tidak di sadari oleh Elsa yang kini tidak bisa berpikir jernih. Tubuh Elsa yang masih gemetaran, Ia berusaha berdiri untuk mengikuti satu keluarga kecil itu yang masuk ke dalam mobil dinas berplat merah. Beruntungnya keberadaan Elsa tidak di ketahui oleh suaminya, Karena mobil yang di pakai oleh Elsa adalah milih sahabatnya di tambah lagi hari ini Elsa berdandan cantik dengan mewarnai rambutnya yang hitam menjadi warna mocca untuk mengejutkan suaminya. Tapi siapa sangak ia yang terkejut dengan pemandangan di depan mata. Sepanjang jalan, Elsa masih berusaha fokus untuk menyetir dan mencoba tidak mengemudi cepat agar tidak di sadari oleh suaminya yang memakai mobil dinas bersama keluarga kecil "Ternyata selama ini kau berbohong padaku," jerit Elsa di dalam mobil untuk melampiaskan kekesalan di dalam hatinya akan perselingkuhan suaminya. Berulang kali Elsa memukul stir mobil dengan gila. Tapi rasa sakit di hatinya tidak kunjung hilang. Mobil dinas yang di kemudikan oleh Thomas berhenti di sebuah apertemen mewah. Apertemen mewah yang mempunyai sistem keamanan 24 jam untuk melindungi setiap penghuni. Dengan mudahnya Elsa masuk gerbang apertemen tanpa banyak di tanya oleh sekuriti. Karena sidik jari Elsa masih tercatat di sistem di tambah lagi ia mempunyai seorang sahabat yang tinggal di apertemen tersebut. Mobil yang di kemudikan oleh Elsa berhenti tidak jauh dari mobil dinas milik suaminya. Kedua mata Elsa masih mengamati di dalam mobil, Ia melihat suaminya keluar dengan mengendong putri kecil itu di sertai dengan tawa bahagia. "Ayah... besok antar Lisa ke sekolah," pinta putri kecil itu dengan merengek manja dan kedua lengan melingkar di leher pria yang di panggil dengan sebutan ayah. Nafas Thomas tertahan, Permintaan Lisa tidak bisa ia turuti hari ini. Ujung matanya melirik ke wanita yang di sampingnya. Sadar akan tatapan suaminya, Rinjani segera mengendong Lisa dari tangan Thomas. Kemudian melayangkan tatapan lembut kepada putri dari hasil perselingkuhan dirinya dan Thomas. Lisa yang tidak senang, menunjukkan wajah cemberutnya secara terang-terangan. Rijani mengelus pipi chubby Lisa, kemudian mengecupnya dengan penuh cinta. "Lisa... Daddy sibuk di pagi hari, Bagaimana jika siang hari? Siang hari kita bisa makan bersama-sama dan pergi ke banyak tempat yang kamu suka," bujuk Rijani kepada putrinya yang banyak menuntut kepada suaminya.  Mendapatkan jawaban sang ibu berusaha untuk membujuk dirinya. Lisa masih menunjukkan wajah cemberut yang terlihat mengemaskan  di wajah Thomas. Thomas yang tidak tahan melihat wajah kecil yang mengemaskan itu, ia memilih untuk mengelus kepala putri kecil itu, kemudian mengecup pipi mungilnya. "Ikuti apa kata ibumu," balas Thomas dengan suara penuh kasih sayang. Putri kecil itu mengerucutkan bibirnya karena permintaannya kembali lagi di tolak untuk kesekian kalinya. "Baiklah," balas Lisa yang akhirnya menerima apa yang di katakan oleh ibunya. Setelah di bujuk oleh sang ayah. "Ayah akan berusaha mencari waktu untuk memenuhi keinginan mu," ucap Thomas yang berharap putrinya bersabar untuk sementara waktu. Sampai ia bisa membujuk istri sah dan kedua orang tua untuk menerima keberadaan Rijani dan Lisa di keluarga besar Miller. Walau Lisa harus berstatus sebagai istri ke dua. "Aku akan bersabar," balas Lisa yang akhirnya menunjukkan senyuman manisnya kepada kedua orangtuanya. Dengan hati-hati, Thomas membimbing keduanya masuk ke dalam lift di area pakiran mobil. Melihat ketiganya masuk ke dalam lift secara bersamaan. Elsa yang tidak ingin tinggal diam, Ia juga masuk ke dalam lift dengan penampilan barunya. Untuk menutupi matanya yang sembab. Elsa sengaja memakai kacamata dengan lensa berwarna hitam. Kemudian menekan tombol tutup pada pintu lift untuk tertutup. "Terima kasih," ucap pria Thomas yang terbantu oleh gerakkan wanita di depannya. Karena Lisa tetiba merengek untuk di gendong oleh dirinya. Elsa tidak mengeluarkan suara, ia hanya melakukan gerakan menyisir rambut dengan jemari tangan yang terlihat elegan di mata Rijani. "Wanita ini harum dan juga cantik, tapi aku sudah tahu kamu siapa?" batin Rijani yang sudah bisa menebak siapa wanita yang di hadapannya. Sedangkan Elsa masih berusaha tenang, Ia tidak mengeluarkan suara sama sekali untuk menghindari kecurigaan suaminya yang kini sibuk dengan anak kecil itu. Melihat Elsa yang berusaha tenang, Rijani mulai memancing ketenangan di dalam hati Elsa. Rinjani yakin suasana hati Elsa saat ini pasti campur aduk. Tapi berusaha untuk bersikap tenang seolah karena gengsi. "Aku mau lihat kau bisa menahan cemburu sampai kapan," lanjut batin Elsa. Ia melihat ke arah Thomas yang sedang mendengarkan cerita Lisa soal sekolah hari ini. "Apa istrimu tidak curiga, Setiap makan siang kamu selalu hilang dari kantor?" tanya Rijani tetiba yang memotong pembicaraan ayah dan anak. Pria itu tersenyum geli akan pertanyaan Rijani. "Wanita itu sibuk menjadi ibu rumah tangga selama tujuh tahun ini, Perlahan-lahan penampilannya sudah membuat aku muak. Bagaimana mungkin ia berani menampakkan diri di perusahan," balas Thomas yang sibuk mencibir kelakuan dan penampilan istrinya yang sudah berubah satu putaran bumi.

Bab 3 Pelakor

"Oh," balas Rijani dengan maksud lainnya. "Pantas saja Thomas bisa mudah di dapatkan dalam waktu cepat," batin Rijani yang bangga dengan kemampuannya untuk merebut suami orang. Melihat Rijani terlihat sedih, Thomas kembali bersuara untuk menghibur wanita selingkuhannya. "Kamu tenang saja, Wanita bodoh dan mandul itu tidak tahu apa yang kita lakuakn di luar. Jadi tidak perlu berpikir jauh," jelas Thomas yang berharap Rijani tidak perlu banyak cemas dengan keberadaan Elsa yang tidak bisa memberikan keturunan untuk dirinya. Mendengar jawaban Thomas yang terkesan tidak ada niat untuk menjadikan ia sebagai istri sah. Rinjani sudah tidak bisa bersabar lagi di tambah Lisa perlahan-lahan sudah besar. ''Aku harus bergerak cepat, sebelum semuanya menjadi sia-sia. Bagaimana caranya aku harus mengunakan Lisa untuk mengikat Thomas di sisi aku," batin jahat Rijani yang sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi akan rencana selanjutnya yang di pastikan tidak boleh gagal. "Lalu bagaimana dengan Lisa, Kita tidak bisa merahasiakan ini lagi. Tahun ini umur Lisa sudah mau lima tahun?" tanya Rijani dengan harapan Thomas mau menceraikan Elsa dan menjadikan ia sebagai istri sah secepat mungkin. Wajah Thomas terlihat menegang. Ia lupa dengan keberadaan Lisa yang mulai berlahan-lahan besar. "Aku tidak mau Lisa bernasib seperti aku di masa lalu," ujar Lisa dengan wajah sedihnya untuk menarik simpati Thomas. Thomas melihat ke arah Rijani, Lalu mengecup pipi wanita yang pernah menjadi teman masa kecilnya dan sekaligus cinta pertama. "Tidak akan lama lagi, Bersabarlah dulu sampai semuanya beres. Aku harus mendapatkan dukungan dari orang tua aku dulu," bisik Thomas dengan nada sensualnya yang berhasil membangkitkan gairah di dalam tubuh Rijani yang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan pria. Tanpa ada rasa malu, Rijani langsung mengecup bibir pria yang kini menjadi suaminya. Walau statusnya adalah selingkuhan. Bukan tanpa alasan Rijani melakukan hal nekat seperti itu di dalam lift dengan posisi ada orang lain. Melainkan ia memang sengaja untuk memancing kecemburuan Elsa yang sedang menyamar. "Aku mau melihat kau bisa bertahan sampai kapan, percuma kau berubah jadi cantik. Hati Thomas sejak awal hingga saat ini ada aku," batin Rijani yang tertawa bahagia melihat wanita di hadapannya kini menahan gemetaran di tubuh dengan sebelah tangan menutup mulut. Elsa yang mendengar apa yang di katakan oleh suaminya. Ia tidak bisa berkata-kata, selain membungkam mulut dengan telapak tangan untuk menahan tangis. Kedua mata Elsa menatapi apa yang di lakukan oleh Rijani terhadap suaminya di depan pintu lift kaca yang memantulkan bayangan keduanya dan tangan nakal suaminya juga meremas bokong pelakor tersebut tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Semakin melihat, hati Elsa semakin hancur. Air matanya mengalir deras dari kedua mata yang tertutup kacamata hitam. Mendapatkan kecupan manis dari Rinjani yang penuh gairah. Thomas yang tidak ingin kalah, ia membalas kecupan manis bibir Rinjani semakin liar tanpa menyadari wanita di depannya adalah Elsa. Putri kecil itu tertawa bahagia melihat kemesraan kedua orangtuanya yang terlihat akur dan mesra. Sedangkan Elsa mengepalkan kedua tangannya, Ingin sekali ia menampar wajah suami dan pelakor tersebut secara bersamaan. Tetapi tubuhnya susah untuk di gerakkan, seolah semua anggota tubuhnya memihak pada pelakor. "Kita akan melakukannya nanti malam," bisik Thomas dengan suara kecil di telinga Rijani. Rinjani menampakkan senyuman di wajahnya. Ia sudah tidak sabar untuk mendapatkan sentuhan dari Thomas dan sekaligus bahagia karena rencana dirinya berhasil menyakiti hati Elsa. "Sepertinya kau memang keras kepala," batin Rijani yang menatapi wanita di depannya dengan tatapan mencemoh. Pintu lift terbuka, Thomas dan Rijani yang mengendong Lisa. Keduanya berjalan keluar bersamaan dengan tangan Thomas melingkar di pinggul Rijani yang menunjukkan sikap posesif sebagai seorang pria terhadap wanitanya. Sekaligus menunjukkan ia adalah pemilik wanita itu. Melihat suaminya semakin menjauh bersama seorang pelakor yang sudah memberikan anak.  Hati Elsa sulit untuk  bisa menerima kenyataan pahit ini. "T...Ti-" ucap Elsa dengan suara yang tersangkut di tenggorokan. Bahkan untuk mengerakkan salah satu kakinya untuk keluar dari dalam lift. Elsa tidak dapat melakukannya. Tubuhnya seperti patung yang di lapisi oleh semen berjumlah puluhan ton. Dengan hati merana, Elsa menyaksikan pemandangan di hadapannya sampai pintu lift di tutup sempurna, kemudian lift turun ke lantai selanjutnya. Di dalam lift, Elsa ingin menagis sejadi-jadinya. Tapi niatnya terhenti karena ada berapa orang masuk ke dalam secara mendadak di lantai 5. Elsa hanya bisa menundukkan kepalanya dan berapa kali berpura-pura batuk agar orang lain tidak curiga apa yang terjadi padanya. "Hei jalang, jangan tebar bibit penyakit di dalam lift!" seru seorang pria yang keberatan dengan Elsa yang berdiri di pojokkan dengan kepala menunduk. Elsa memilih diam daripada meninggikan ego untuk berdebat dengan pria tersebut. Karena ia tahu resikonya akan fatal. Melihat putra kesayangannya di cuekkin, wanita paruh baya itu tidak terima akan sikap Elsa. "Berani sekali kau mencuekkan putraku," seru seorang wanita paruh baya yang meraih lengan Elsa dengan tujuan menyeret Elsa keluar dari dalam lift saat penghentian di lantai berikutnya. Perasaan Elsa yang sudah kacau balau atas perselingkuhan suaminya. Ia mendorong wanita paruh baya itu secara kasar saat pintu lift terbuka. Termasuk menendang bokong pria yang tampan itu dengan cara tidak hormat. Kemudian memperlihatkan jari tengah di hadapan ibu dan anak tersebut. "Yang harusnya keluar dari dalam lift adalah kalian," seru Elsa yang melampiaskan kekesalan hatinya kepada kedua orang yang berdiri bengong. Lalu orang yang tersisa memilih keluar secara suka rela daripada kena amukkan wanita gila yang entah ada masalah apa di dalam hati. Saat wanita paruh baya itu akan mengeluarkan suara untuk memaki Elsa yang di anggap kurang ajar. Ia terlambat satu langkah, karena pintu lift terlanjur tertutup rapat. Tidak ingin merasakan malu dan di tertawakan, wanita paruh baya itu memilih untuk memainkan sandiwara. Seolah ia yang terzolimi oleh sikap Elsa yang bar-bari yang tidak ada sopan santun. "Anak sekarang tidak ada sopan santunnya kepada orang tua," seru wanita paruh baya itu dengan suara nyaring yang berhasil menarik berapa perhatian orang yang kebetulan keluar dari pintu lift satunya lagi dan juga orang yang ingin masuk ke dalam lift. "Apa lihat-lihat," seru pria tampan itu yang tidak terima ibunya di tatapi oleh berapa orang. Sedangkan orang yang menatapi wanita paruh baya itu tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh wanita paruh baya itu di tambah perkataan pria berambut emas itu semakin membuat otak mereka pusing tujuh keliling.

Lanjut baca