Aku open BO mas...!
Bab 1 Pelanggan Pertama dengan bayaran fantastis

Shasya kekuar dari lift yang terbuka di lantai 7, lalu berdiri didepan pintu apartemen unit nomor 721 dan menekan belnya. " Ehm... Kamu cantik sekali...!" Ucap pria paruh baya yang terlihat gagah dengan kaos polo dan celana pendek jeans selutut. Pria itu sambil merangkul pinggang Shasya,membuka pintu apartment lebar dan membawa nya masuk. Apartemen dua lantai yang sangat mewah. Shasya terkesiap dengan semua fasiltas di dalam apartement. Khayalan langsung mengisi otaknya,ia semakin yakin akan dapatkan semua mimpi nya. Pria itu lalu duduk di meja makan dan sibuk dengan peralatan nya. "Sini yu, bapa buatkan asap nikmat." Shasya pun mendekat, ia tahu itu narkoba, walauoun ia bekum pernah tapi ia sering melihat kawanya memakai di kost an. Pria itu mulai menghisa pipa kaca perlahan dan menghembuskan asap bergulung dari hidung. "sini coba Sya.. !" Shasyapun mencoba dan terbatuk, ...uhuk uhuk "minum nih minum..pelan pelan sayang..!" "ayo coba lagi... " Bujuk Pria itu. Perlahan setelah beberapa kali akhirnya Shasya lancar menghisap dan menghembuskan asap dari hidung. Dan tak berapa lama entah bagaimana awalnya, Pria itu sudah melumat bibir kenyal Shasya dan melucuti pakaiannya. Meremas gunung kembar yang ukurannya luar biasa menggoda setiap laki-laki yang melihatnya. Tak puas dengan memainkan buah dada Shasya yang juga merasakan kenikmatan, Pria itu menjilati perutnya dan terus kebawah menghisap klitoris , membuat Shasya terpekik nikmat " Awwwh Om nikmat sekali." Tanpa malu Shasya yang dalam pengaruh narkoba terus mendesah nikmat. " Punya mu harum sekali Sya" Pria itu menghirup gundukan daging berambut halus dan menghisap klitoris. Dengan memainkan lidahnya Pria itu terus merangsang Shasya. Sampai akhirnya Pria itu menancapkan Pusakanya yang sudah berdiri tegak. "ahk sakit Ooommm,"pekik Shasya. Pria itu mengurungkan membenamkan juniornya. " Auh ...kamu masih perawan ..?" Tanya Pria itu sambil menatap Shasya tidak percaya. Takut-takut Shasya mengangguk. " Ciuman pun ini yang pertama Om" ucap Shasya terus terang. Pria itu entah kenapa merasa terenyuh dan memeluk Shasya mesra, sepertinya Pria itu merasa jatuh Cinta, ia menemukan cinta yang tidak diapun mengerti. Pria itu awalnya pikir Shasya sudah profesional dengan tarif 50 juta untuk dua jam saat awal ia chat di aplikasi KakaoTalk, pria itu melihat Shasya di kakao story, foto nya yang seksi membuat nya tertarik untuk membuka komunikasi dengan Shasya. Dan saat tadi pertama kali melihatnya pria itu entah kenapa pada Shasya, pria itumerasakan cinta, sejak pertemuan pertama. bukan karena tubuh molek yang tinggi 170 cm dan badan yang aduhai juga paras menawan. Pria itu merasakan ada getaran aneh. tatapannya mata dengan bulu mata lentik dan senyumanya membuat hatinya hangat. "Auh... ahk kamu memang luar biasa, love you sayang.. "sambil terus mencium melumat bibir Shasya yang merah delima.. bibir pria itu turun ke leher menghisap perlahan meninggalkan geli luar biasa . Tangan kanannya meremas gunung kembar yang tegak menantang dengan puting pink yang ranum. "Ahk oooom..hmmmm" Shasya menggeliat... Pria paruh baya itu menghisap putingnya membuat Shasya terus mendesah. Tangan pria itu meraba gundukan daging dibawah perut Shasya yang berambut halus yang mulai basah. Dengan memainkan jemarinya pria terus menghisap puting yang semakin mengeras. Shasya tidak mau kalah ,ikut meraba senjata pria yang sudah beraniembayar nya mahal. Shasya mulai memainka penis Pria itu yang besar dan panjang yang sudah tegak sempurna. "Ahk Om .,aku suka ini Om." Shasya mengarahkan senjata pria itu ke gerbang kenikmatannya, " Ahk, sempit sekali sayaaaang...! Aku sukaaaaa..." Pria itu berusaha menekan untuk bisa menembus kenikmatan. "Ahk... Ooooom ... Tekan lagi om..." Shasyamenceracau gemas sambil menarik bokong pria itu. Pria itu mengangkat pantat Shasya dan menekannya.. lalu memompa, senjatanya teras terjepit hangat nikmat luar biasa dirasakan Pria itu yang terus memejamkan matanya sambil merasakan nikmat luar biasa. "ahk pak hmm ahk ...!" Pria itu membalikkan tubuh Shasya kembali dibawahnya. Pria itu mengungkung Shasya menggenjot lebih cepat menuntaskan hasratnya. " Sayang ,, ayok bareng sayang..ahk.. dengan sekali tekanan Memuntahkan lahar panas ..." love you sayang, mereka berpelukan terkulai. Cling Notifikasi pesan masuk di handphone Shasya. Dengan malas Shasya meraih handphonenya disamping bantalnya. Pria itu tersenyum masih memeluk tubuh putih Shasya. Mata Shasya membulat dengan tangan kirinya memegang mulutnya. Saat melihat angka 150 juta. " Hadiah untuk keperawanan kamu sayang...!" Bisik pria itu dan kembali menaiki tubuh Shasya dan menancapkan kembali penisnya yang masih berdiri tegak.

Bab 2 Pelanggan yang akan jadi pacar

Hari itu tamu cafe lumayan ramai, Shasya yang di booking orang Korea kali ini yakin untuk menerima Icha atau orderan ngamar dengan tamu. Setelah melepas perawan nya pada Om Budi dua hari lalu yang awalnya buka harga lima puluh juta malah dapat bonus seratus lima puluh juta. Dengan uang yang didapat nya dari Om Budi yang masih utuh, Shasya semakin semangat untuk menambah terus saldo nya. " Oppa Chong, ga pengen icha( ngamar)?" Tanya Shasya sambil menuanhkang minuman kedalam gelas pria tampan disebelahnya. Pria korena ini selalu membooking nya sejak pertama ia datang ke cafe ini tiga bulan lalu, dan baru kali ini Shasya menawarkan. Sebelumnya diajakpun Shasya selalu menolak halus. Alasannya ia punya pacar. " Tumben kamu mau Icha..?" Tanya Chong terkejut tapi tersenyum senang. " Aku sudah putus sama pacarku..!" Jawab Shasya sambil tersenyum. " Okey, jangan di hotel ya..! Kita di apartemen ku saja...?" Bisik Chong sambil mencium telinga Shasya. Shasya lalu berdiri keluar dari room untuk membawa tasnya sekalian lapor mami kalau ia pergi Icha. Setelah membereskan bill, Chong mengajak Shasya keluar. Sambil berpegangan tangan mereka keluar dari Cafe menuju mobil perusahaan Chong yang sudah menunggu di depan lobby karaoke. " Mas pulang ke apartemen ya..!" Ujar Chong pada supirnya. Chingbyanh sudah mabuk begitu juga dengam Shasya dengan cueknya berciuman di jok belakang. Tangan Chong sudah menjelajah gunung sintal di dada Shasya. Sampai di apartemen mereka langsung masuk kamar. Chong langsung menutup pintu kamarnya, di apartemen nya ia tinggal berdua dengan kawannya yang juga orang korea. Chong langsung melucuti pakaian Shasya, Chong yang memang sangat penasaran dengan Shasya tidak melewatkan kesempatan ini. Chong mulai mencium bibir Shasya yang sedikit terbuka.. menelusup kan lidahnya. Shasya yang baru berhubungan badan dengan Om Budi kembali merasakan sensasi birahi yang membuncah. Chong terus meremas payudara Shasya yang bulat menggoda, menjilat dan menghisap nya. Tangannya dengan gemas meremas dan turun ke bawah perut... Terus menciumi perut rata milik Shasya yang masih belia sangat belia rambut di meki nya saja masih halus. "Ooopppaaaa oppaaaa" desah Shasya sambil mengangkat bokongnya.. chong semakin membenamkan kepala nya.. memasukan lidahnya diarea sensitif milik Shasya yang mulai basah. Chong segera menggesek kan miliknya yang lebih besar dari punya penis Om Budi. Dua kali sudah Shasya melihat penis laki-laki dan ini lebih besar. " Ahk Sya...? susah sekali." Keluh Chong, dan kembali menjilati berharap lebih basah untuk memudahkan memasukan pusakanya yang sudah tidak sabar bercengkrama. Chong kembali mencoba mengarahkan barangnya yang besar dan panjang ke vaguna Shasya yang basah Tapi masih kuncup. Perlahan Chong mendorong batang kemaluannya dibantu tangannya. " Ahk opppa... Sakiiiiit" pekik Shasya tertahan karena keburu bibirnya dilumat Chong yang merasakn nikmat saat kepala penisnya dijepit. Chong merasakan hangat yang mencengkram kepala oenisnya yang baru masuk,itu belum setengah nya. Denyutannya sangat terasa. " Ahk Sya ,kamu luar biasa nikmat sekali." Seolah tidak rela menarik kembali, Chong mendiamkan beberapa saat menikmati remasan vagina Shasya yang luar biasa berdenyut menjepit batang kemaluannya. Shasya mulai menggoyangkan pinggulnya. " Auh Syaaaaa.. " Chong melenguh dan mulai menarik dan memasukan senjatanya perlahan dan menikmati setiap tusukan yang mendapat sambutan remasan didalam sana. Chong mengangkat kaki Shasya ke pundaknya.dan mulai menggenjot lebih cepat maju mundur. Shasya yang belum berpengalaman bercinta semakin berteriak menggila kenikmatan. " Opppa aduuuuh... Nikmat nyaaaaa" Shasya memekik mengejang nikmat pertama yang luar biasa tanpa narkoba seperti yang dilakukannya dengan Om Budi. Tak berapa lama Chong pun mempercepat gerakannya dan menekan kuat menyemburkan lahar nikmat di dirahim Shasya. Selanjutnya hanya suara dengkuran yang terdengar.

Bab 3 Kembali di booking Om Budi

" Sayang, aku tunggu di apartemen ya...?" Ucap Budi saat menelan Shasya. " Jam 3 ya Om, ..!" Jawab Shasya. Cling Masuk notifikasi uang masuk ke rekening Shasya 50 juta. Shasya memang pasang tarif 50 juta untuk dua jam. Bodo amat mau syukur ga juga ga apa-apa. Pikirnya. Sementara kalau Icha di cafe ia hanya dibayar per jam nya 2 juta. Tapi kemarin Chong memberi nya tip 10 juta diluar uang Icha yang ia dapat dari cafe. Di cafe Shasya mendapatkan gaji pokok lima juta sebulan, dan room fee per jamnya 50 ribu yang dibayarkan dengan gaji setiap akhir bulan setiap bulannya. Sedangkan uang Icha dibayarkan cash esok harinya cash. Membuat Shasya tambah semangat melihat saldonya bertambah lagi, ia ingin membeli rumah. " Sya... Ini Om belikan Lingerie..pakai ya..!" Budi mengasongkan paper bag oada Shasya saat baru datang ke apartemennya Budi. Budi sudah mengenakan boxer dan hanya memakai kaos oblong putih. Pria paruh baya itu terus melihat Shasya yang sedang membuka pakaiannya dan memakai Lingerie. " Kamu cantik sekali,...!" Budi menarik Shasya ke dalam pelukannya. Dan mulai mencium lembut bibir Shasya dan melumatnya. Shasya membalas couman Budi dengan hangat. Shasya hanya diam saja saat mas Budi mulai menciumi lehernya dan tangannya bergerak ke dada dan meremas payudaranya tanpa bra. Shasya yang merasakan milik Budi mulai menegang memegang dan mengocoknya perlahan. Budi mulai membuka lingerie dan menciumi payudara Shahsya, menjilati dan menghisapnya. Hangat bibirnya membuat Shasya terangsang,lolos juga desahannya. Birahi nya mulai naik. Apalagi kalau dengan Budi selalu ada doping. Budi terus menerus bermain dengan payudara Shasya yang benar-benar membuatnya gemas. , Shasya berusaha memancing nya dengan menggesekkan paha ke Pusakanya yang sudah berdiri tegak dibalik boxernya. Shasya lebih suka gaya bercinta Chong yang liar. Penis Budi yang ukuran nya besar tapi pendek mulai bergesekan dengan kewanitaan Shasya. "Oooommmm... Ga tahan. Ayoo.. sudah gemas rasanya ingin segera menancapkan Pusakanya. Budi tersenyum dan mulai menjilati meki Shasya dan measukan lidahnya memainkan klitorisnya membuat shasya semakin gelenjotan. "Sayang, Om masukin ya..?." Bisik Om Budj sambil menciumi telinga dan leher Shasya. Ukuran kepala Pusakanya yang besar membuat Shasya sangat terangsang. Shasya mengangkat bokongnya dan menekan keatas dan Budi menekan menusukan Pusakanya. Sleb Srtttt Rasanya nikmat sekali. Budi diam sesaat sepertinya merasakan denyutan didalam menikmati sedikit demi sedikit denyutannya. " Ahk Sya, nikmat sekali,,, aku samoai terus kepikiran meki kamu yang nikmat ini" desisnya. Shasya mulai menggoyangkan pantatnya dan menekan keatas. Dengan gemas Shasya menarik bokong Budi supaya lebih menekan, pusaka nya yang berukuran pendek membuatnya gemas ingin disodok lebih dalam. Shasya membuka kakinya berharap Budi mengangkat kakinya kepundak seperri yang dilakukan Chong kemarin. Sepertinya Budi cukup mengerti , dengan posisinya duduk pusaka nya lebih menancap masuk. " Syaaaa ... Ahk ...hmmm" sepertinya Budi sudah hampir klimaks setakh hanoir satu jam menggenjot. Shasya menekan dan menarik bokongnya, lumayan terasa nikmat. Gerakannya semakin cepat...sengaja Shasya meng ngkat kakinya lurus ke pundaknya supaya penis nya bisa masuk sampai mentok. Sleb sleb sleb Budi terus menggenjot lebih dalam nikmat sekali dengan pusaka nya yang besar sangat terasa. "Syaaaa Aaaaaa...." Budi menekan kuat membuat Shasya terpekik nikmat. Mereka pun berpelukan. " Kamu nginep ya...?" Bujuk Budi. " Aku kerja Om...!" Jawab Shasya. " Kamu kerja dimana...?" Tanya Budi. " Di bujangeum cafe Om di Dago...!" Jawab Shasya. " Eih... Dekat rumahku...! Itu bukannya restoran korea ya..?" Ujar Budi. " Iya Om lantai satu restoran lnatai dua dan tiga bar dan karaoke." Jawab Shasya sambil memainkan dada Budi yang sedikit berbulu. " Ehmmm Om ganti deh malam kamu di Cafe...! Temani Om malam ini ya..?" Budi setengah memohon. " Emangnya Om ga dicari istrinya nanti...?" Tanya Shasya. " Om sudah bikang keluar kota.!" Jawab Budi. Mereka pun kembali berciuman hangat. Shasya kali ini lebih agresif ia naik ke pangkuan Budi  dan memberikan dadanya untuk kembali di hisap,, lalu memasukan penis Budi ke meki nya yang memang masih ingin ditusuk, sambil bergoyang Shasya terus menciumi Budi. Budi semakin menggila dengan service dari Shasya yang sangat digilainya sampai ia rela mengeluarkan uang untuk kencan dengan Shasya. Sebagai pejabat uang bukan masalah buatnya. Bahkan Budi terpikir untuk menhajak shasya tinggal di apartemennya dan ingin menyurihnya berhenti bekeeja di Cafe. Budi ingin menguasai tubuh Shasya. Shasya terus bergerak naik turun dan bergoyang. Dengan gemas Budi membaringkan Shasya dan kembali mengangkat kaki shasya ke pundaknya dan menusukkan Pusakanya perlahan membuat gerakan sedikit zig-zag, Shasya mengangkat bokongnya. Sampai akhirnya lenguhan keduanya terdengar saling mematut bibir. Shasya tertidur dengan penis masih menempel di Vagina nya. Budi tersenyum membelai rambut Shasya. Mungkin usia Shasya sama dengan anaknya dirumah. Budi terus menatap wajah Shasya ada rasa kasihan tapi rasa cinta lebih besar. Budi meraih handphonenya dan mentransfer seratus juta ke rekening Shasya. Ia sangat yakin dengan dihujani uang Shasya akan jatuh ke pelukannya.

Lanjut baca