"Hei sweetheart, kamu yakin tidak ingin ikut ke kolam renang?!" Marc merangkul istrinya dari belakang. Valerie berbalik dan melihat Marc dengan wajah tertekuknya, "Bukankah di sana mereka semua akan bugil?!" tanya Valerie to the point. "Betul sekali Val, malam ini adalah puncak acaranya. Semua tamu akan hadir disana, dan kamu tahu?” Marc menjawab dengan mata berbinar-binar sambil. Valerie bergidik, "Tidak! Aku tidak mau Marc!" tolak Valerie mentah-mentah, membayangkan apa yang akan terjadi di sana membuat Valerie tiba- tiba mual. "Apa kamu yakin?" tanya Marc sekali lagi. Karena pasti jauh lebih menyenangkan jika bisa menikmati ini berdua dengan istrinya. Valerie mengangguk dengan cepat, "Sangat yakin!" "Hmm baiklah, tapi kamu akan bosan berada di kamar." Marc masih mencoba sedikit membujuk istrinya. "Marc, bersenang-senanglah! Aku akan berjalan-jalan di kapal pesiar ini." Valerie benar-benar tidak bisa ikut dalam hal gila yang di sukai oleh suaminya. "Ok sweety, kamu juga bersenang-senanglah," Marc menyerah membujuk Valerie. Karena sejak awal pria itu tidak pernah memaksa Valerie untuk mengikuti hobinya yang sangat tidak biasa ini. Contohnya seperti malam ini, mereka merayakan ulangtahun pernikahan mereka dengan liburan di kapal pesiar. Bukan karena tanpa alasan, Marc memilih kapal pesiar ini dikarenakan ada event yang sangat ia nantikan—Naked Pool. Meskipun mereka berdua harus pergi ke negara sakura. Dimana para undangan yang hadir harus tanpa mengenakan sehelai benang pun saat acara berlangsung. Acara ini di peruntukkan bagi jiwa-jiwa yang suka kebebasan. "Hmm, tentu saja,"jawab Valerie mengedipkan mata dan tersenyum manis. Dia tidak pernah keberatan dengan hobi aneh suaminya itu. "See you sweety." Marc melambaikan tangannya kepada Valerie sebelum menutup pintu kamar. Valerie dan Marc adalah pasangan yang tidak pernah menduga mereka akan berakhir dalam pernikahan. Karena mereka berdua memiliki kepribadian dan karakter yang bertolak belakang. Tapi siapa sangka, itu semua yang membuat mereka berdua saling tertarik satu sama lain dan menemukan kecocokan lebih baik dari dugaan mereka. Valerie dan Marc berpacaran selama dua tahun dan memutuskan untuk menikah. Setiap tahun, mereka akan berbulan madu di negara yang berbeda-beda. Tentu saja dengan event-event yang di sukai oleh Marc. "Ahh, lebih baik aku mencari udara segar di luar sana!!" gumam Valerie seraya memilih gaun panjang dan kardigan yang berwarna senada—pink pastel. Gaun tersebut melekat sempurna di tubuhnya. "Manis!" gumam Valerie puas melihat dirinya di pantulan cermin. *** Sedangkan, di kamar yang berada tepat di sebelah Valerie dan Marc terlihat dua pasangan sedang memadu kasih. "Laura, milikmu meremasku sayang dengan begitu kuat!" erang Dylan di sela pompaannya. Suara desahan Laura memenuhi ruangan kamar tersebut, "Ah sayang! Harder please!" racauan vulgar wanita bertubuh seksi itu. Dylan menjadi sangat bergairah ketika melihat Laura yang baru saja selesai mandi, tubuh istrinya yang masih basah terlihat sangat erotis. Tepat saat itu juga, dia menarik tubuh istrinya membuat mereka berakhir dengan peraduan liar di atas sofa. Dylan menaikkan kedua kaki Laura dan melebarkannya. Menusuk dengan dalam ke inti tubuh istrinya. "Akh! Akh! Dylan lebih dalam please!" mohon Laura dengan mulut terbuka karena desahan nikmat. "As your wish sayang!!" Dylan menghujam dengan dalam liang kenikmatan Laura dengan keras dan cepat. "Oughh, nikmat Dylan, sayang a-a-aku mau keluar!" "Bersama Lau!" seru Dylan dan semakin dalam menghujam Laura dan meremas kedua payudara istrinya. "Ugh sayang, aku keluar!" erangan Dylan mendapatkan puncak kenikmatannya, dia tidak dapat menahan hisapan kuat dari kewanitaan istrinya. "Yes Dylan!" Laura pun mengunci tubuhnya mendapatkan puncak kenikmatan bersama sang suami. Dylan memeluk tubuh istrinya yang begitu seksi dan mengecupnya sekilas. "Kamu yakin tidak ingin ikut sayang?" tanya Laura dengan nafas yang masih tersengal-sengal akibat gempuran suaminya. Dylan mengecup kening Laura, "Ya sayang, kamu sangat tahu, aku tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu, kamu nikmati saja, hmm?"ucapnya lembut mengizinkan istrinya untuk mengikuti event Naked Pool yang diadakan di kapal pesiar ini. Yang sengaja dia hadiahkan untuk sang istri sebagai hadiah anniversary pernikahan mereka yang ketiga tahun. Karena Laura sempat membahas masalah event ini kepada dirinya. Laura tersenyum senang dan mengecup bibir Dylan, "Thank you sayang! Kalau begitu aku berpakaian dulu!" serunya semangat dan mengambil kimono tipis untuk menutupi tubuhnya. "Kamu tidak membasuh diri dulu sayang?" tanya Dylan. Laura menggelengkan kepalanya sambil mengikat tali kimononya, "Tidak perlu sayang, lagi pula di sana aku akan masuk untuk berenang." Dylan hanya tertawa kecil, "Terserah kamu saja, sayang." Laura berlari kecil dan kembali menghampiri Dylan, "Cup! Bye sayang!" Laura mengecup bibir Dylan dan berpamitan. "Have fun, sayang!" seru Dylan sebelum istrinya menghilang dari pintu. "You too!" suara Laura terdengar samar-samar. Yah, beginilah kami. Laura dan diriku memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Tapi aku sangat mencintai dia yang apa adanya. Termasuk hobinya yang aneh itu. Itu hanya sekedar hobi—pikirku. Jadi, tidak ada masalah selama dia bahagia, aku pun bahagia. "Lebih baik aku bersih-bersih dan keluar untuk mencari udara segar!" ---- Marc berjalan penuh percaya diri dengan celana renang yang dia kenakan. Tubuhnya yang standart tapi masih dalam kategori sedap di pandang. Tidak menyurutkan dirinya untuk tampil tanpa sehelai kain ditubuhnya setelah melepaskan celana renangnya disalah satu kursi santai yang berada ditepi kolam renang. "Ahh, karena semua di sini orang jepang, membuatku tidak khawatir kalau akan bertemu orang dari negaraku! Tidak mungkin ada orang lain yang sepertiku untuk pergi begini jauh hanya untuk mengikuti event ini!"gumam Marc dan masuk ke dalam kolam renang. Marc melihat sekeliling dan sedikit kecewa karena tamu yang datang rata-rata sudah berumur. Hanya beberapa yang berada dalam seusianya, yang tentu saja mereka terlihat cuek untuk menikmati waktu mereka. Ada yang berpasangan ada juga yang seperti dirinya, sendiri menikmati event menyenangkan ini. "Sebaiknya aku berenang saja!" gumamnya dan mulai berenang namun matanya tertuju pada siluet yang lewat di sampingnya. Marc spontan berhenti dan terperangah ketika siluet tersebut berdiri lalu mengusap rambut panjangnya kebelakang. "Wow! Luar biasa! Tubuhnya begitu seksi!" gumam Marc dalam hati tidak dapat mengalihkan pandangannya dari wanita cantik di depannya. "Wajah, tubuh dan kulitnya sangat cantik, dan sepertinya dia satu-satunya wanita asing yang ada di sini. Di atas semua itu, wanita ini terlihat sangat percaya diri dengan penampilannya." kagum Marc melihat wanita didepannya. "Parfaite!" seru Marc memuji wanita didepannya menggunakan bahasa negaranya—prancis. Parfaite artinya kesempurnaan untuk seorang wanita. Namun, naasnya wanita yang dipuji tersebut menoleh ke arahnya. "Yak!" teriak wanita tersebut menutupi tubuhnya dan berlari meninggalkan dirinya yang ikut terkejut. "Shit! Jangan bilang kalau dia juga berasal dari Prancis?" tatapan Marc tidak dapat teralihkan dari kemolekan tubuh wanita yang baru dia temui. "Damn! Dia terlalu sempurna!" *** Dan di sisi kapal pesiar yang lainnya, Valerie tengah berjalan-jalan di deck kapal menikmati angin laut dan keindahan malam. Brugh "Sorry," suara pria yang menabraknya. Valerie menoleh sedikit dan menjawab, "No problem," kemudian berlalu meninggalkan pria yang menabraknya tadi. Memilih untuk duduk di salah satu kursi panjang menghadap ke lautan lepas. "Oh my! Apa dia seorang bidadari?" gumam Dylan terpesona dengan keanggunan wanita yang baru saja dia tabrak. "Aku tidak pernah melihat wanita dengan kecantikan seperti ini!" Dylan tidak dapat meninggalkan wanita tersebut dalam kesendirian. Pria itu memilih untuk mengawasi wanita manis yang ia tabrak tadi dari jarak jauh, menikmati keindahan yang mempesona didepannya. Seolah ada magnet yang siap mengikat dirinya dengan wanita itu.
Setelah berpuas diri menikmati angin malam dan indahnya bintang di atas langit yang gemerlap. Valerie memutuskan untuk kembali ke kamarnya, tubuhnya sudah tidak tahan dengan angin malam yang meniup kulitnya. Tanpa Valerie sadari, ada sosok pria yang mengikutinya dari belakang dalam diam. "Dia ternyata tepat di sebelah kamarku dan Laura!" gumam Dylan pelan setelah melihat wanita yang sudah mencuri perhatiannya itu memasuki kamarnya. Valerie membuka pintu kamarnya dan melihat sang suami yang sedang berdiri menghadap lautan. "Marc?" Valerie memanggil suaminya yang tidak sadar kalau dirinya sudah kembali. Marc sontak menoleh, "Hai sweety," jawabnya lalu menghampiri sang istri. "Bagaimana dengan acaranya? Apa kamu benar-benar telanjang dikolam renang?" Valerie bertanya dengan penuh antusias, dia sungguh penasaran dengan tema acara tersebut sambil meraih uluran tangan Marc. Marc tersenyum, "Lumayan seru, dan aku benar-benar membuka seluruh pakaian di kolam renang, bahkan semua orang yang ada disana.” Valerie membelalakkan matanya, "Benarkah?” “Iya sweety.” Wanita cantik itu memicingkan matanya menatap Marc, “Jujur? Kamu pasti hanya melihat wanita-wanita muda yang cantik di sana ‘kan?" Deg! Marc cukup tersentak tapi berusaha tenang, bayangan wanita seksi yang tadi ia lihat seketika terlintas diingatannya. "Tidak mungkinlah sweety, tidak ada gadis cantik sama sekali di sana, rata-rata mereka semua di atas empat puluhan." jawab Marc dengan tenang. Tapi lagi- lagi pikirannya kembali tertuju kepada wanita yang tadi dia lihat. Valerie melotot melihat ada sesuatu yang membengkak di bawah sana, dari balik celana tidur yang dipakai oleh suaminya. "Tapi kenapa itu membengkak dan bereaksi !" cecar Valerie. Deg! "Ah, ini karena aku membayangkan bagaimana kalau kamu tadi juga berada di sana sweety, pasti sangat menyenangkan dan itu membuatku bergairah," jelas Marc tenang lalu memegang tengkuk leher Valerie dan meraup bibir istrinya dengan lembut. Valerie tersenyum dan membalas ciuman panas dari sang suami. Marc terus menghujami Valerie dengan ciuman panas dan liar, dengan perlahan berjalan menuju ranjang mereka. Dengan lembut Marc membuka sweater yang di kenakan Valerie lalu menurunkan tali tipis gaun panjang istrinya hingga lolos dan hanya menyisakan bra serta dalaman segitiga yang berwarna senada. Marc merebahkan tubuh Valerie di tengah ranjang, kemudian dia pun turut membuka semua pakaian yang dia kenakan. Pria itu mengukung tubuh polos istrinya, memberikan ransangan dan ciuman di sekujur tubuhnya. "Apakah tubuhnya lebih lembut dan halus?" pikir Marc sekelabat mengingat tubuh indah wanita berambut coklat tadi. Marc semakin turun menyesap dan memilin puting Valerie, "Ah, dadanya juga pasti sangat kenyal, ketika dia membusungkan dadanya tadi, aku penasaran ingin menyicipinya. Putingnya terlihat sangat cantik,” pikirannya dipenuhi oleh bayangan wanita yang ia lihat tadi. "Euhm Marc, sayang!" desahan manja Valerie merasakan sentuhan-sentuhan liar dari jemari dan mulut Marc. "Akh, ini enak sayang, isap yang kuat Marc!" racauan Valerie memenuhi kamar, dadanya semakin membusung tatkala Marc mengisap putingnya dengan kuat dan dalam. Marc berpindah mengecup perut Valerie dan membuka kedua paha sang istri. Memperlihatkan inti tubuh Valerie yang berwarna pink dan bersih tidak ada sehelai rambut pun. "Ahh, vaginanya tadi terlihat begitu indah dan bersih. Wanita tadi benar-benar mengagumkan!" Marc terus memikirkan wanita yang tadi dilihatnya sambil menjilati liang kewanitaan istrinya dan bermain dibagian klitorisnya. Valerie menggeliat dan membuka mulutnya mengambil udara, lidah basah suaminya yang bermain di bawah sana membuatnya kenikmatan. Marc mengarahkan miliknya yang sudah berdiri tegak sempurna dan begitu keras lalu menghujam Valerie dengan kuat. "Akh Marc!" jerit Valerie merasakan milik suaminya memenuhi miliknya di bawah sana. "Fuck! Tubuhnya sangat indah, dia pasti mendesah dengan hebat di atas ranjang! Apakah benar dia juga berasal dari negara yang sama dengan kami?" Marc melihat istrinya di bawah sana terus mendesah, namun yang dia lihat adalah wajah wanita tadi yang ia temui di cara Naked Pool dengan tubuh sintalnya. Valerie terus mendesah dengan nikmat akibat hujaman pompaan yang dia berikan. "Oh no! Marc! Marc! Ahh!" Valerie melengking mendapatkan orgasmenya. Deg ! Seketika Marc tersadar dan menggelengkan kepalanya. Dengan napas tersengal-sengal Valerie bertanya kepada Marc, "Ada apa sayang?" "Tidak ada sweety, kamu sangat nikmat sayang," kilah Marc dan kembali mencumbu Valerie dengan liar. "Maafkan aku sayang." batin Marc merasa bersalah karena untuk pertama kalinya membayangkan wanita lain saat bersetubuh dengan istrinya. Marc kembali fokus kepada Valerie dan melanjutkan pompaannya di bawah sana. "Lebih dalam sayang!” rengek Valerie tanpa henti mendesah. "Sweety, aku mau keluar!" Marc mencabut miliknya lalu menumpahkan cairan hangatnya diatas perut Valerie. Marc berbaring disisi Valerie menghadap keatas menatap langit-langit kamar. Sedangkan Valerie tengah sibuk membersihkan cairan suaminya yang ada di atas perutnya dengan tissue. Valerie melirik sesaat ke suaminya. "Lagi mikirin apa sayang?" kemudian masuk ke dalam pelukan Marc. Marc memindahkan lengannya dan memeluk pinggang Valerie, "Tidak ada sayang, ayo bersih-bersih dan kita istirahat lebih awal, biar besok pagi kita bisa pergi berenang di laut!" seru Marc semangat. *** Keesokan paginya… Laura dan Dylan saat ini sudah berada di atas speedboat yang di sediakan pihak kapal pesiar untuk para tamu yang ingin bepergian di tengah laut. "Hai Tuan dan Nona, perkenalkan saya Hiroki, pemandu tur anda hari in." sapa seorang pria dengan perawakan jepang yang begitu kental tapi fasih berbahasa inggris. "Hai Hiroki, nice to meet you." balas Dylan ramah. Laura hanya tersenyum manis membalas sapaan Hiroki. "Nice to meet you too, sir." "Apa Anda tidak keberatan menunggu satu pasangan lagi?" sambung Hiroki kepada Dylan dan Laura. Dylan dan Laura saling berpandangan dan mengangguk, "Tentu saja Hiroki, tidak masalah," jawab Dylan. Mereka memilih masuk ke dalam speedboat untuk menaruh barang-barang bawaan yang merupakan perlengkapan Laura untuk menyelam. Dan tidak lama kemudian, terlihat dua pasangan yang turun dari tangga kapal pesiar ke speedboat. "Hati-hati, Sweety.” seru Marc membantu Valerie memijakkan kakinya ke speedboat. "Nah! Itu mereka pasangan kedua kita," seru Hiroki senang karena tidak perlu menunggu lama. Marc dan Valerie pun mendekat kearah Hiroki yang menyapanya. "Selamat pagi, perkenalkan saya Marc dan ini istri saya—Valerie yang juga memesan speedboat ini," sapa Marc kepada Hiroki memperkenalkan dirinya dan Valerie. "Selamat pagi Tuan Marc dan Nona Valerie, silahkan ke dalam, ada pasangan lain yang sedang menunggu." "Iya baiklah," jawab Marc sambil memegang tangan Valerie. Valerie dan Marc mengikuti pria jepang di depan mereka. Dylan dan Laura menengok ke arah pintu masuk. "Perkenalkan Tuan dan Nona, perkenalkan Tuan Marc dan Nona Valerie yang kebetulan dari Prancis sama seperti Tuan Dylan dan Nona Laura," Hiroki menjelaskan dengan penuh semangat kepada kedua pasangan ini. Deg ! Deg ! Deg ! Dylan, Laura dan Marc terdiam beberapa saat. Sedangkan Valerie sendiri hanya mengingat sekilas wajah Dylan, dia terdiam karena melihat postur tubuh Dylan. Serasa waktu berhenti. "Tidak mungkin! Bukankah wanita ini yang aku lihat semalam?" pikir Marc. Laura memilih bersikap tenang, "Ah, ternyata dia memang benar-benar orang Prancis juga," gumam Laura dalam hati. Sedangkan Dylan kembali terpesona dengan wanita yang tengah melihatnya, "Bidadari?" batin Dylan berbisik. Valerie sendiri menatap tubuh Dylan yang memiliki tubuh yang begitu atletis, wajahnya seketika merona. "Tubuhnya sangat bagus," pikir Valerie penuh kekaguman.
Akhirnya, mereka berempat berkenalan dan memilih untuk menikmati pemandangan secara terpisah selama speedboat menuju tengah lautan yang memiliki lokasi yang bagus untuk menyelam dan memancing. "Wah! Lihat disana sayang! Banyak ikan-ikan kecil berenang!" seru Valerie senang karena baru pertama kali melihat hal semenakjubkan itu. Bukannya menyahuti Valerie, fokus Marc tertuju pada wanita yang berada di sisi sebelah, "Dia terlihat sangat cuek, apa aku yang salah mengenali orang?" gumamnya dalam hati. "Sayang, ayo foto aku!" seru Valerie membuyarkan lamunan Marc. "Ah iya," jawab Marc singkat kemudian memotret Valerie. Dylan tentu saja tidak mengedipkan matanya melihat wanita cantik itu berpose dengan begitu menggemaskan. "Bagaimana sayang, kamu tidak menyesal ‘kan datang ke sini??" tanya Laura kepada suaminya. "Hmm iya sayang, tentu saja aku senang, ini liburan yang sangat menyenangkan." jawab Dylan dan merangkul pinggang sang istri. Laura tersenyum kepada Dylan dan melihat wajah Marc dari sudut matanya, memperhatikan pria yang ia lihat semalam di acara Naked Pool. Tidak lama kemudian Marc dan Valerie mengganti pakaian mereka. Valerie memakai bikini berwarna pink soft, sedangkan Marc sudah bersiap-siap mengenakan perlengkapan snorkling. "Kamu yakin nih sayang aku tidak akan tenggelam ?" Valerie memakai pelampung dengan perasaan ragu. "Iya sweety, kamu akan baik-baik saja!" jawab Marc menenangkan istrinya, namun begitu dia mendongakkan kepalanya. Deg! Sudut mata Marc menangkap sebuah pemandangan luar biasa. Laura dengan santainya membuka dress selutut yang tadi dia kenakan, memperlihatkan bikini berwarna merah terang yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang begitu putih bersih. "Ternyata memang dia wanita yang aku lihat semalam, tubuhnya benar-benar," batin Marc menahan nafas. "Ok, aku selesai Marc!" Marc kembali menoleh ke arah Valerie begitu mendengar suara istrinya,"Ok sweety." Laura sendiri sudah turun terlebih dahulu ke dalam lautan lepas. Marc membantu Valerie untuk turun berenang kedalam lautan. "Ok goodjob!" seru Marc semangat, namun tidak sama dengan Valerie, wajahnya memucat padahal berenang pun belum dia lakukan. Tubuhnya baru saja masuk di dalam air, tapi rasa takut sudah menyerangnya. "Ada apa sayang?" tanya Marc panik. Dengan wajah menyesal, "Maafkan aku sayang, sepertinya aku tidak akan sanggup," lirih Valerie. Marc terlihat kecewa, tapi tidak mungkin dia memaksa istrinya yang tengah ketakutan itu berenang bersama dirinya. "Tidak perlu khawatir sayang, kamu tidak akan tenggelam," Marc coba menenangkan Valerie. Valerie menggeleng cepat, "Tidak, lebih baik aku istirahat di kapal saja sayang, baru turun seperti ini saja sudah sangat menakutkan." Marc menyerah dan menghela nafas beratnya, "Huft, baiklah!” Pria itu membantu Valerie menaiki tangga untuk kembali ke kapal, kemudian dia melanjutkan menyelam seorang diri. Masuk jauh lebih dalam, menikmati keindahan laut dalam yang begitu memukau. "Lautan memang sangat indah dinikmati secara langsung seperti ini, rasanya sangat luar biasa," ucap Marc dalam hati Kecintaannya akan alam membuat dia sangat suka untuk travelling. Dan secara tidak sengaja, matanya menangkap sosok yang mengalihkan pikirannya beberapa jam ini. "Wow! Sungguh gila! Dia seperti putri duyung, aku berharap Valerie bisa ikut menikmati suasana ini seperti dia, pasti akan sangat menyenangkan," seru Marc antusias melihat Laura yang begitu lihai menyelam di dalam lautan. Laura yang merasakan kehadiran seseorang, seketika memutar tubuhnya dengan begitu smooth. "Oh shit! Dia berbalik!" batin Marc dengan mata membelalak. Glek "A-aku harus bagaimana?" pikiran Marc menjadi kacau. Namun, Laura kembali ke posisinya dan berenang semakin jauh. Dia mengabaikan pria yang sedari tadi memperhatikannya. Wanita cantik nan seksi itu memilih untuk berenang mengitari keindahan laut. Marc tanpa sadar mengikuti Laura dari belakang, pria itu terus berenang mengikuti dari belakang. "Sial, sepertinya dia sudah salah paham!" pikir Marc. Sedangkan di atas speedboat, Dylan memilih untuk melakukan hal lain yaitu memancing. Valerie yang tengah berdiri tepat di belakangnya, memanjakan matanya dengan melihat otot lengan Dylan yang begitu memukau. "Hei! Bisakah kamu mengambil jaring kecil itu!" seru Dylan tiba-tiba dengan raut wajah paniknya kepada Valerie. "Yah? Aku?" kaget Valerie yang di panggil tiba- tiba. "Yes, can you?" tanya Dylan. "Hmm, baiklah!" Valerie dengan sigap meraih jaring tersebut dan berjalan ke arah Dylan. "Aku akan mengangkat alat pancingnya dan kamu bisa menggunakan jaring itu untuk menangkap ikannya!" seru Dylan dengan semangat, memberikan instruksi kepada Valerie. Valerie dengan semangat juga mengikuti instruksi dari Dylan. Mereka berdua dibuat sibuk menaikkan seekor ikan, "Yaaa! Tangkap!" seru Dylan sambil tertawa, begitu juga Valerie yang mengikuti perintah Dylan. "Wow! Ikan ini sungguh besar sekali!" sarkas Dylan kesal melihat tangkapannya, ikan yang begitu kecil tetapi membutuhkan effort yang luar biasa. "Pftttt!" Valerie berusaha menahan tawanya, tetapi wanita cantik itu tidak dapat menahan tawa tersebut ketika Dylan melihatnya yang ikut tertawa. “Hahhahaha,” tawa Dylan mengingat mereka berdua yang begitu heboh tadi. "Hahahhaaha maaf, aku benar-benar berpikiran kalau ikan yang kita dapatkan akan sebesar apa, karena caramu menarik alat pancing membuat seluruh pembuluh darahmu kelihatan dan ototmu mengeras," tawa Valeria sambil menjelaskan. Dylan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Heheh, aku sebenarnya membentuk otot ini di GYM, otot-ototku ini tidak berguna untuk kehidupan nyata!” balas Dylan dengan banyolannya. "Ini sangat lucu!" tawa Valerie sampai mengeluarkan air mata. "Oh iya, bukannya tadi kamu ikut menyelam?" Valerie kembali kaget dengan teguran pria di depannya. "Ahh itu, aku merasa pusing duluan pada saat turun di laut," jawab Valerie apa adanya. Dylan mengangguk kecil, "Aku juga sebenarnya begitu, aku di sini karena istriku suka beraktivitas seperti ini, jadi aku memberikan hadiah pernikahan dengan jalan-jalan ke negri sakura ini.” "Kamu juga sudah menikah? Aku datang ke sini bersama suamiku untuk liburan, dan dia juga sangat suka aktivitas seperti ini, sangat bertolak belakang denganku," imbuh Valerie. "Wah! Pasti kebetulan yang luar biasa,” cicit Dylan daan di angguki Valerie. "Wanita ini memiliki keanggunan luar biasa," batin Dylan terpesona melihat kecantikan Valerie. Valerie sendiri tidak dapat berhenti mengagumi lengan berotot milik Dylan, yang dari balik kaos tanpa lengan yang di kenakan Dylan terlihat jelas otot dada bidangnya. "Hai, kalian kelihatan sedang asik mengobrol, sepertinya menyenangkan sekali," suara wanita cantik yang baru saja naik ke permukaan laut, dirinya naik keatas speedboat dengan santai dan tersenyum ramah. "Hei sayang, pasangan ini juga ternyata sedang liburan di sini, dan ternyata mereka juga berkeliling dunia untuk mencari tempat-tempat yang unik, bukankah itu luar biasa sayang?" jelas Dylan kepada sang istri. Laura tersenyum dan berjalan mendekat, karena merasakan pria yang sedari tadi mengikutinya sudah kembali ke permukaan. "Yah, sangat luar biasa sayang," jawab Laura santai. "Kamu juga sudah selesai Marc?" tanya Valerie melihat sang suami yang juga sudah ada di atas speedboat. "Iya, baru saja!" jawab Marc. Laura melirik sedikit ke arah Marc, kemudian berjalan ke arah suaminya. Sedangkan Valerie menghampiri Marc yang baru saja naik keatas speedboat sambil memberikan handuk kecil. Sedikit berbasa-basi, mereka memutuskan untuk membersihkan diri. Hingga speedboat membawa mereka kembali ke kapal pesiar. Kini mereka berempat sudah naik ke atas kapal pesiar dan saling berhadapan. "Tadi itu sangat menyenangkan!" ucap Dylan lalu mengulurkan tangan ke arah Marc dan Valerie. Tentu saja di sambut suka cita oleh Marc dan Valerie, begitu pula dengan Laura. "Iya Dylan! Tadi sangat menyenangkan, semoga perjalanan kalian menyenangkan," sahut Marc, kemudian melakukan Bro Hug dengan Dylan. "Iya terima kasih, kalian berdua juga selamat menikmati liburan kalian," balas Dylan tulus. Tapi dari mereka berempat tidak ada yang beranjak. Tidak ada tanda dari mereka yang ingin mengakhiri hari ini dengan cepat. "Ehm, kalau kalian tidak keberatan, maukah kalian makan malam bersama kami?" tawar Dylan kepada Valerie dan Marc. Dimana warna langit sudah berganti dengan warna jingga. Marc dan Valerie saling melihat, mereka berdua mengangguk setuju. "Tentu saja Dylan" jawab Marc mengiyakan.